LAPORAN PRAKTIKUM FITOKIMIA EKSTRAKSI SIRIH CINA (Peperomia pellucida) DENGAN MENGGUNAKAN METODE MASERASI
LAPORAN PRAKTIKUM FITOKIMIA
EKSTRAKSI SIRIH CINA (Peperomia pellucida)
DENGAN MENGGUNAKAN METODE MASERASI
DISUSUN OLEH:
Nama : PUTRI HANIFAH
NPM : F0I019071
Kelompok : 4 (empat)
Hari/ Tanggal Praktikum : Selasa,16 Maret 2021
Dosen Pengampuh : Apt. Suci Rahmawati., M.Farm
LABORATORIUM MIKROBIOLOGI
PRODI DIPLOMA 3 FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS BENGKULU
TAHUN AKADEMIK 2020 / 2021
A. TUJUAN
PRAKTIKUM
1. Untuk
mengetahui apa yang dimaksud dengan maserasi.
2. Untuk
mengetahui hasil rendemen suatu maserasi.
3. Untuk
mengetahui cara pembuatan maserasi daun sirih cina (Peperomia pellucida.)
B. LANDASAN
TEORI
Ekstraksi
didasarkan pada perpindahan massa komponen zat padat ke dalam pelarut dimana
perpindahan mulai terjadi pada lapisan antar muka, kemudian berdifusi ke dalam
pelarut dan setelah pelarut diuapkan maka zat aktifnya akan diperolehTujuan
Ekstraksi yaitu penyarian komponen kimia atau zat-zat aktif dari bagian tanaman
obat, hewan dan beberapa jenis hewan termasuk biota laut. Komponen kimia yang
terdapat pada tanaman, hewan dan beberapa jenis ikan pada umumnya mengandung
senyawa-senyawa yang mudah larut dalam pelarut organik (Adrian, 2011).
Proses pengekstraksian komponen kimia
dalam sel tanaman adalah pelarut organik akan menembus dinding sel dan masuk ke
dalam rongga sel yang mengandung zat aktif, zat aktif akan larut dalam pelarut
organik di luar sel, maka larutan terpekat akan berdifusi keluar sel dan proses
ini akan berulang terus sampai terjadi keseimbangan antara konsentrasi cairan
zat aktif di dalam dan di luar sel (Adrian, 2011).
Ekstrak merupakan sediaan kental yang
diperoleh dengan cara mengekstraksi senyawa aktif dari simplisia nabati atau
hewani menggunakan pelarut yang sesuai. Kemudian, sebagian atau seluruh bagian
pelarut diuapkan hingga menyisakan serbuk/kerak (crude). Serbuk yang tersisa
kemudian diperlakukan dngan beberapa perlakuan yang berbeda untuk mendapatkan
hasil atau memenuhi baku yang telah ditentukan. (Ditjen POM, 2011)
Sampel adalah sebagian dari jumlah dan
karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampe adalah kelompok kecil
yang secara nyata diteliti dan ditarik kesimpulan. Penelitian dengan
menggunakan sampel akan memberikan keuntungan lebih besar jika dibandingkan
dengan penelitian menggunakan populasi karena penelitia dengan menggunakan
sampel lebih menghemat biaya, waktu dan tenaga. (Syaodih, 2009)
Proses maserasi merupakan proses
sederhana untuk mendapatkan ekstrak dan diuraikan dalam kebanyakan farmakope.
Cara ini digunakan untuk skala kecil maupun skala industri. Proses yang paling
sederhana hanya menuangkan pelarut pada simplisia (Pemilihan pelarut yang
sesuai akan memberikan efektifitas yang tinggi). Sesudah mengatur waktu
sehingga sesuai untuk tiap tiap bahan tanaman (simplisia), ekstrak dikeluarkan,
dan ampas hasil ekstraksi dicuci dengan pelarut yang segar sampai didapat berat
yang sesuai. Prosedur ini sama dengan pembuatan tinctur atau ekstrak khusus,
dan kadang kadang merupakan satu satunya prosedur untuk tanaman yang mengandung
zat berlendir (musilago) tinggi. Sebetulnya cara ini tidak begitu berguna
karena tidak pernah dapat menarik zat berkhasiat dari tanaman secara sempurna.
Ampas menahan sejumlah besar solute, yang untuk perolehanya harus dilakukan
proses pemerasan (penekanan) atau cara sentrifugasi dan metode ini digunakan
untuk mencari komponen kimia yang mudah larut dalam cairan penyari dan tidak
mengandung benzoin, tiraks dan lilin.(Agoes.G,2017).
Klasifikasi
tumbuhan sirih cina sebagai berikut:
Kingdom
: Plantae
Subkingdom
: Trachebionta
Superdivision : Spermatophyta
Division
:Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Subclass : Magnoliidae
Ordo
: Piperales
Familia
: Piperaceae
Genus
: Peperomia
Spesies
: Peperomia pellucida L.
Tumbuhan Sirih cina memiliki nama yang
berbeda pada masing-masing daerah, seperti Suruhan; Sladanan; Rangu-rangu
(Jawa), Saladaan (sunda), Ketumpangan ayer (Sumatera), Gofu doroho (ternate)
(Heyne, 2010).
Tumbuhan sirih cina (Peperomia pellucida
L.) secara tradisional telah dimanfaatkan dalam mengobati beberapa penyakit,
seperti abses, bisul, jerawat, radang kulit, penyakit ginjal dan sakit perut.
Manfaat lain dari Tumbuhan sirih cina (Peperomia pellucida L.) diantaranya
sebagai obat sakit kepala, demam (Oloyede, 2011).
Larutan adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat
kimia yangterlarut, misal: terdispersi secara molekuler dalam pelarut yang
sesuai atau campuran pelarut yang saling bercampur (depkes RI, 1995).
Morfologi Dari Tanaman
Sirih Cina
Tanaman ini memiliki bunga simetris (zygomorf), mempunyai sifat kedua
jenis kelamin (biseksual), berwarna krem. Perbungaan dengan daun-daun pelindung
yang mengecil dan berbentuk khas, dengan panjang sekitar 0,2-0,8 mm, tidak
memiliki kelopak, memiliki dua serbuk sari, filament (tangkai sari) yang
pendek, dengan ujung yang lonjong, berkeping satu, dikotil ovarium superior,
satu stigma, buah bulat berukuran 0,8 mm, berwarna hijau dan berangsur
menghitam saat menjelang matang, biji dengan endosperma dengan panjang 0,7 mm,
berwarna hitam. Tumbuhan ini berbuah dan berbunga pada periode bulan Juni
hingga Desember (Htet and Khaing, 2016).
III.
ALAT DAN BAHAN
a) ALAT
1. Alat
2. Blender
3. Botol
4. Gelas
ukur
5. Kertas
perkamen
6. Saringan
7. Timbang
8. Corong
9. Kertas
saring
b) Bahan
1. Daun
Sirih Cina
2. Aquadest
IV.
PROSEDUR KERJA
1. Siapkan
herba sirih cina.
2. Haluskan
Sirih Cina menggunakan blender lalu disaring/diayak.
3. Kemudian
timbang sirih cina sebanyak 25 g.
4. Siapkan
aquadest sebanyak 140 ml sebagai pelarut sampai bahan terendam.
5. Masukkan
serbuk sirih cina kedalam botol tambahkan 100 ml aquadest yang telah disiapkan
aduk ad homogen.
6. Proses
maserasi berlangsung selama 3 hari dan memerlukan pengadukan secara berlanjut.
7. Masukkan
hasil ekstrak kedalam botol coklat/ botol yang bewarna gelap.
8. Ekstrak
dapat disimpan dan di gunakan
V.
HASIL DAN PEMBAHASAN
a. a. Hasil
|
Sediaan |
Volume |
Pemerian |
Khasiat |
|
Ekstrak
Daun Sirih Cina |
100 ml |
Warna:
coklat pekat Bau
: khas sirih Rasa
: pahit Kosistensi
: cair |
·
Obat jerawat ·
Obat sakit perut ·
Radang kulit |
Di dapatkan rendemen 71,42%
b. b. Pembahasan
Pada praktikum kali ini proses ekstraksi menggunakan
metode maserasi. Proses maserasi merupakan proses sederhana untuk mendapatkan
ekstrak dan diuraikan dalam kebanyakan farmakope. Cara ini digunakan untuk
skala kecil maupun skala industri. Proses yang paling sederhana hanya
menuangkan pelarut pada simplisia (Pemilihan pelarut yang sesuai akan
memberikan efektifitas yang tinggi). Sesudah mengatur waktu sehingga sesuai
untuk tiap tiap bahan tanaman (simplisia), ekstrak dikeluarkan, dan ampas hasil
ekstraksi dicuci dengan pelarut yang segar sampai didapat berat yang sesuai.
Prosedur ini sama dengan pembuatan tinctur atau ekstrak khusus, dan kadang
kadang merupakan satu satunya prosedur untuk tanaman yang mengandung zat
berlendir (musilago) tinggi.
Bahan yang digunakan pada praktikum kali ini adalah
Herba Daun Sirih Cina. Tanaman ini
bersifat pedas dan sejuk. Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah
seluruh bagian tanaman. Tumpangan air/Ketumpang air/Sirih cina memiliki efek farmakologis sebagai analgesik
(pengurang rasa sakit), anti radang (anti-inflammatory) dan antibiotic. Selain
itu juga daun sirih cina mengandung senyawa anti-inflamasi, yang bisa
meredakan, mengempiskan, dan menyembuhkan peradangan pada jerawat. Daun sirih juga terdapat minyak esensial di dalamnya, minyak
esensial yang terdapat di daun
sirih akan membantu mendinginkan kulit dan menenangkan jerawat yang membengkak.
Pada praktikum menggunakan metode maserasi.
Pemilihan metode ini didasarkan pada prinsip / cara kerjanya yang tidak terlalu
sulit serta perlatan dan bahan yang digunakan juga tidak terlalu sulit untuk
diperoleh. Selain itu, hal ini juga didasarkan pada smapel yang akan di ekstrak
dimana sampel ini berasal dari laut dan umumnya sampel jenis ini di ekstrak
dengan ekstraksi dingin yang menggunakan metode perendaman sehingga tidak
merusak sturktur yang rentan terhadap suhu yang terlalu tinggi.
Pada pembuatan ekstrak dengan metode maserasi ini
juga harus memperhatikan beberapa factor termasuk factor suhu dan penyimpanan
nya. Karena tanaman daun sirih cina ini memiliki kandungan flavonoid maka untuk
pengestrakkannya harus sangat mementingkan factor suhu serta penyimpanan. Keuntungan cara penyarian dengan maserasi
adalah cara pengerjaan dan peralatan yang digunakan sederhana dan mudah
diusahakan. Sedangkan, kerugian cara maserasi adalah pengerjaannya lama dan
penyariannya kurang sempurna. Prinsip
dari maserasi yaitu penyarian zat aktif yang dilakukan dengan cara merendam
serbuk simplisia dalam cairan penyari yang sesuai selama lima hari pada
temperatur kamar terlindung dari cahaya, cairan penyari akan masuk ke dalam sel
melewati dinding sel. Isi sel akan larut karena adanya perbedaan konsentrasi
antara larutan di dalam sel dengan di luar sel. Larutan yang konsentrasinya
tinggi akan terdesak keluar dan diganti oleh cairan penyari dengan konsentrasi
rendah (proses difusi). Peristiwa tersebut berulang sampai terjadi keseimbangan
konsentrasi antara larutan di luar sel dan di dalam sel. Selama proses maserasi
dilakukan pengadukan dan penggantian cairan penyari setiap hari. Endapan yang
diperoleh dipisahkan dan filtratnya dipekatkan.
dilakukan pengendapan selama 3 hari, beratawal 140
ml ekstrak yang didapat kemudian disaring dan dimasukkan kedalam botol. Sebelum
dimasukkan kedalam botol ukur terlebih dahulu hasil ekstrak yang dihasilkan,
pada praktikum kali ini hasil ekstrak yang dihasilkan adalah sebanyak 100 ml
dengan warna coklat pekat, bau yang khas dari sirih serta rasa pahit. Didapatkan
rendemen 71,42%
VI.
KESIMPULAN DAN SARAN
a.
KESIMPULAN
Metode ekstraksi yang dilakukan untuk
meninjau membuat ekstark sirih cina adalah dengan Metode maserasi, yaitu
menggunakan pelarut berupa aquadest kemudian didiamkan 3 hari.
Hasil yang dihasilkan dari metode
maserasi adalah sebanyak 100 ml.
Pemerian
hasil ekstrak yaitu: cairan coklat kental, bau khas sirih dan memiliki rasa
yang pahit
b.
Saran
Dalam pengerjaannya harus tetap dijaga
dan diperhatikan kebersihan alat dan bahan
DAFTAR
PUSTAKA
Andrian, R. 2011. Analisa Ekstraktif Tumbuhan Sebagai Sumber
Bahan Obat. Pusat Penelitian : Universitas Andalas
Agoes, G. 2017. Teknologi Bahan Alam. Bandung : ITB
Press
Departemen Kesehatan
RI, 1995, Farmakope Indonesia Edisi IV,
Jakarta.
Ditjen POM. 2011. Farmkope Indonesia Edisi IV. Jakarta :
Departemen Kesehatan RI.
Heyne, K.2010. Tumbuhan Berguna Jilid II. Yayasan
Sarana Wana Jaya: Jakarta
Htet,
Y. M. and Khaing M. M. 2016.
Botanical Studies and Phytochemical. Screening of Peperomia pellucida ( L .)
Kunth ( Thit-Yay-Gyi ). Hinthada.Oxtoby, D. W.
2013. Kimia Modern. Jakarta
: Erlangga

Komentar
Posting Komentar