LAPORAN PRAKTIKUM FITOKIMIA DECOCTA JAHE MERAH (Zingiber officinale) Dan DECOCTA KAYU MANIS (cinamomum verum)
LAPORAN PRAKTIKUM FITOKIMIA
DECOCTA
JAHE MERAH (Zingiber
officinale)
Dan
DECOCTA
KAYU
MANIS (cinamomum verum)
DISUSUN
OLEH:
Nama:
Putri Hanifah
NPM:
F0I019071
Kelompok
4
Dosen
Pengampuh : Apt. Suci Rahmawati, M.Farm
LABORATORIUM
MIKROBIOLOGI
PRODI
DIPLOMA 3 FARMASI
FAKULTAS
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS
BENGKULU
TAHUN AKADEMIK 2020 / 2021
I.
TUJUAN
1.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antifungi decocta rimpang jahe
merah (Zingiber officinale)
2.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antifungi decocta rimpang kayu
manis (cinamomum verum)
II.LANDASAN TEORI
1. Jahe Merah (Zingiber officinale)
a. Taksonomi
· Kingdom : Plantae
· Divisio : Spermatophyta
· Sub divisio : Angiospermae
· Kelas : Monocotyledonae
· Ordo : Zingiberales Famili : Zingiberaceae
· Genus : Zingiber
· Spesies : Zingiber officinale (Hapsoh dkk., 2007)
b. Nama lain
· Jahe sunti
· Halia barah
· Halia udang (Matondang, 2007).
c. Deskripsi Jahe
Merah (Zingiber officinale) Tanaman herba semusim, tegak, tinggi 40-50 cm.
Batang semu, beralur, akarnya berbentuk rimpang, warna hijau. Daun tunggal,
bentuk lanset, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, warna hijau tua.
Tangkai daun berbulu halus. Bunga tumbuh dari dalam tanah berbentuk bulat telur
dengan panjang 3,5 hingga 5 cm dan lebar 1,5 hingga 1,75 cm. Bunga majemuk,
bentuk bulir, sempit, ujung runcing, panjang 3,5-5 cm, lebar 1,5-2 cm, mahkota
bunga bentuk corong, panjang 2-2,5 cm, warna ungu. Gagang bunga bersisik
sebanyak 5 hingga 7 buah (Harmono dkk., 2005). Dilihat dari ukuran rimpangnya,
jahe merah memiliki ukuran rimpang lebih kecil dibanding dua jenis jahe lain,
yakni jahe emprit dan gajah. Warna kulit jahe merah juga berbeda. Kulitnya
berwarna merah muda, dagingnya sedikit cokelat, dan memiliki serat lebih kasar
(Johan, 2007).
d. Kandungan Kimia Kandungan kimia dalam jahe yang
potensial antara lain:
1) senyawa fenol : gingerol dan
shogaol.
2) Sesquiterpen: bisapolen, zingiberen, zingiberol,
sesquiphellandren,
kurkumin.
3)Senyawa lain : 6-dehydrogingerdion,
galanolakton, asam kaprilat, asam gingesulfonat, zingeron, sineol,
borneol, zingibain, gingerdiol, gingerenon, geraniol, limonen, neral,
monoasildigalaktosilgliserol, gingerglikolipid. (Kemper, 1999)
Sifat khas jahe disebabkan adanya
minyak atsiri dan oleoresin jahe. Aroma harum jahe disebabkan oleh minyak
atsiri, sedangkan oleoresinnya menyebabkan rasa pedas. Minyak atsiri dapat
diperoleh atau diisolasi dengan destilasi uap dari rhizoma jahe kering. Ekstrak
minyak jahe berbentuk cairan kental berwarna kehijauan sampai kuning, berbau
harum tetapi tidak memiliki komponen pembentuk rasa pedas. Kandungan minyak
atsiri dalam jahe kering sekitar 1 – 3 %. Komponen utama minyak atsiri jahe
yang menyebabkan bau harum adalah zingiberen dan zingiberol.
Oleoresin jahe banyak mengandung
komponen pembentuk rasa pedas yang tidak menguap. Komponen dalam oleoresin jahe
terdiri atas gingerol dan zingiberen, shagaol, minyak atsiri dan resin. Pemberi
rasa pedas dalam jahe yang utama adalah zingeron (Koswara, 2006).
e. Manfaat Tanaman jahe
telah lama dikenal dan tumbuh baik di Indonesia. Rimpangnya sangat luas
dipakai, antara lain sebagai bumbu masak, pemberi aroma dan rasa pada makanan
seperti roti, kue, biskuit, dan kembang gula. Jahe juga digunakan dalam
industri obat, minyak wangi dan jamu tradisional. Jahe muda dimakan sebagai
lalaban, diolah menjadi asinan dan acar. Disamping itu, karena dapat memberi
efek rasa panas dalam perut, maka jahe juga digunakan sebagai bahan minuman
(Koswara, 2006). asari, 2006)
2. Kayu Manis
Kayu manis
merupakan salah satu jenis tanaman rempah yang banyak dibudidayakan di
Indonesia. Kayu manis dibudidayakan untuk diambil kulit kayunya untuk digunakan
sebagai bumbu masakan. Tanaman kayu manis dapat tumbuh di daerah pegunungan
sampai ketinggian 1.500 m dengan tinggi 1-12m, daun lonjong atau bular telur,
warna hijau, dan daun muda berwarna merah. Di Indonesia terdapat beberapa jenis
kayu manis antara lain Cinnamomun burmanni.Jenis kayu manis yang berbeda dengan
Cinnamomun zeylanicum dan Cinnamomuncassia dan beberapa jenis tanaman kayu
manis asli Indonesia. (Rismunandar, 2001)
Kayu manis
(cinnamomum burmannii) adalah salah satu jenis dari familiLauraceae yang
digunakan untuk penelitian ini. Tanaman ini banyak ditemukan di daerah sub
tropis dan tropis. Penelitian terhadap minyak atsiri dari Cinnamomum Burmannii
yang berasal dari Guangzhou, China yang dilakukan oleh Wang, dkk (2009)
mengatakan bahwa komponen mayor minyak atsiri yang terkandung adalah trans
sinamaldehid (60,72%), eugenol (17,62%) dan kumarin (13,39%). Penggunaan kayu
manis dapat diperluas dengan cara memanfaatkan batangnya menjadi karbon aktif.
Komarayati dan Gusmailina (1994) melakukan penelitian tentang pembuatan arang
serta briket arang dari kayu manis dan melaporkan bahwa randemen dari arang
kayu manis yang diperoleh sebesar 24,74 %.
Karbon aktif adalah padatan berpori
yang mengandung 85 - 95% karbon. Bahan-bahan yang mengandung unsur karbon dapat
menghasilkan karbon aktif dengan cara memanaskannya pada suhu tinggi. Pori-pori
tersebut dapat digunakan sebagai adsorben. Karbon aktif dengan luas permukaan
yang besar dapat digunakan untuk berbagai aplikasi yaitu sebagai penghilang
warna, penghilang rasa, penghilang bau, dan pemurni dalam industri makanan.
Selain itu juga karbon aktif banyak digunakan untuk pemurnian air baik dalam
proses produksi air minum maupun dalam penanganan limbah (Wu, 2004)
Karbon aktif merupakan salah satu
jenis karbon amorf yang tersusun pararel berbentuk cincin heksagonal menyerupai
struktur grafit. Sifat fisika dari karbon aktif terutama ditentukan oleh ukuran
pori dan luas permukaannya. Karbon aktif mempunyai luas permukaan yang cukup
tinggi, (Cencen dan Aktas, 2012).
Selain mengandung karbon, karbon
aktif juga mengandung beberapa jumlah kecil heteroatom. Karakteristik kimia
pada permukaan karbon aktif biasanya ditentukan oleh derajat heterogen dari
permukaan karbon aktif, seperti oksigen, nitrogen, hidrogen, sulfur, dan
fosfor. Gugus fungsi pada permukaan karbon aktif dan delokalisasi elektron dari
struktur karbon menentukan karakter asam atau basa dari permukaan karbon aktif
(Shafeeyan, dkk., 2010; Shofa; 2012).
Karakter asam pada permukaan karbon
aktif sangat erat kaitannya dengan gugus-gugus fungsi yang mengandung oksigen.
Gugus-gugus fungsi seperti asam karboksilat, karboksilat anhidrat, lakton, dan
fenol (hidroksil) . Gugus fungsi yang mengandung oksigen dapat terbentuk saat
permukaan dioksidasi. Metode aktivasi adalah cara yang sering digunakan untuk
menghasilkan gugus-gugus fungsi yang mengandung oksigen melalui 7 treatment
pada fase gas atau dengan larutan oksidator (Shafeeyan, dkk., 2010). Sifat basa
dari permukaan karbon aktif berhubungan dengan: Resonansi elektron π dari
karbon cincin aromatik dan gugus fungsi pada permukaan yang bersifat basa
(seperti gugus fungsi yang mengandung nitrogen) yang memiliki (5) 15 kemampuan
menarik proton. Namun, karakter basa dari karbon aktif umumnya hadir dari
delokalisasi elektron π pada lapisan grafit. Hal ini menunjukkan bahwa elektron
π pada lapisan grafit dapat bertindak sebagai basa Lewis (Shafeeyan, dkk.,
2010; Setyadi, dkk., 2005).
III.
ALAT DAN BAHAN
1.1 Alat
a.
Erlenmeyer
b. beaker glass
2.2 Bahan
a. simplisia jahe
b. simplisia kayu manis
c. aquades
IV.
PROSEDUR KERJA
Pembuatan dekokta jahe
1. Haluskan bahan dan timbang bahan sebanyak 10gram
2. masukkan kedalam 200 ml aquadest di dalam beaker glass
3. panaskan di hotplet tunggu hingga suhu 95°c
4. setelah mencapai 95°c tunggu 30 menit, setelah 30 menit saring sediaan
5. setelah di saring, masukkan
sediaan ke dalam botol, atau wadah dan di letakkan di dalam lemari es
Pembuatan dekokta kayu manis
1. haluskan dan timbang bahan sebanyak 10gram
2. tambahkan aquadest sebanyak 200 ml
3. masukkan simplisia kayu manis
kedalam beaker glass, panaskan di atas hotplate tunggu hingga 95°c ukur
menggunakan thermometer auk hingga merata
4. setelah mencapai suhu 95°c tunggu hingga 30 menit
5. setelah 30menit saring sediaan
6. masukkan sediaan kedalam wadah
atau botol, lalu sediaan di letakkan dalam lemari es.
V.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
· Hasil rendemen kayu manis
Hasil akhir/berat volume x 100 %
100 ml/200 ml x 100% = 50%
· Hasil rendemen jahe
Hasil akhir/berat volume x 100 %
55 ml/200 ml x 100% = 27,5%
B. Pembahasan
Pada praktikum dekokta ini objek
praktikum yang digunakan yaitu kayu manis dan jahe. Kandungan kayu manis
bisa dibagi menjadi dua macam yaitu yang larut dalam air danyang larut dalam
minyak. Kalau kita memakai kayu manis untuk bumbu masak dalam bentuk
batangan maka yang kita
dapatkan hanya yang larut
dalam air, sedangkan kalau
kitamemasukkan bubuk kayu manis, kedua macam kandungan kayu manis bisa kita
dapatkan.Sebagai pengobatan alternatif bisa dimasukkan kapsul.Kandungan
kedua macam kayu manis tersebut diantranya: cinnamaldehyde, eugenol,
trans-cinnamic acid; kelompok
senyawa fenol; tannins;
catechins; oligomericproanthocyanidins; limonene dan
alpha-terpineol; pinene; calcium monoterpenoid oxalates;gum; mucilages; resins;
starch; complex sugars. Coumarin dalam jumlah yang sangat sedikitjuga
bisa ditemukan. Mineral yang ada dalam kayu
manis diantaranya adalah kalsium,magnisium, zat besi ,
kalium, natrium, khromium (cr), selenium, tembaga (Cu), dan zing(Zn). Biarpun
dalam jumlah yang kecil, kayu manis juga mengandung vitamin A, riboflavin(B2),
niacin (B3), dan vitamin K.Kayu Manis Bagi Kesehatan - sudah tak lazim lagi
dengan rempah-rempah yang satu iniselain bahan
makanan, pengobatan juga
sebagai bahan parfum, Kayu
manis sudahmendapatkan posisi yang sangat tinggi di kalangan
masyarakat tradisional sebagai bahanpengobatan, kelebihan dari kayu manis ini
untuk kesehatan.Ada beberapa
Manfaat Kayu Manis Untuk Kesehatan di bawah ini
·
Otak Tonic : Kayu
Manis meningkatkan aktivitas otak dan karenanya bertindak sebagai
tonikotak yang baik.
·
Pemurnian
darah :Kayu Manis membantu dalam menghilangkan kotoran darah. Oleh
karenaitu sering dianjurkan untuk jerawat.
·
Sirkulasi
Darah : Kayu Manis membantu dalam sirkulasi
darah karenaadanya senyawapengencer darah
di dalamnya.Ini membantu sirkulasi darah
secara signifikan dalammenghilangkan rasa sakit.
Sirkulasi darah yang baik juga menjamin suplai oksigen ke sel-seltubuh mengarah
ke aktivitas metabolic yang lebih tinggi
·
Nyeri : Kayu
manis juga anti inflamasi. Ini membantu dalam menghilangkan kekakuan otot.Ini
mengurangi nyeri dan kekakuan otot dan sendi. Kayu manis juga
dianjurkan untukarthritis. Hal ini juga membantu dalam menghilangkan
sakit kepala yang disebabkan oleh dingin.
·
Infeksi : Karena antijamur
nya, antibakteri, antivirus dan antiseptic properti, itu efektif
padainfeksi eksternal maupun
internal. Ini membantu dalam
menghancurkan kuman dalamkandung empedu dan bakteri
pada infeksi Staph. Jahe memilikikandungan sebagai berikut minyak atsiri (0,5 -
5,6%), zingiberon, zingiberin,zingibetol, barneol, kamfer, folandren, sineol,
gingerin, vitamin (A, B1, danC), karbohidrat (20-60%) damar (resin) dan asam
asam organik (malat,oksalat).
Senyawa minyak atsiri yang
terkandung dalam rimpang jahe bernama zingiberen. Zingiberen menyebabkan aroma
yang khas pada dekokta ini. Praktikum kali ini belum dapat membuktikan adanya
semangat dengan karena kadar minyak atsiri yang terdistilasiterlalu sedikit.
Hal ini bisa disebabkan karena pengurangan bobot yang dipakai, kurang cocoknya
pelarut yang dipakai, metode ekstraksi yangkurang efektif pada jenis simplisia,
dan keberadaan zat aktif yang sulit diekstraksi.
Proses ekstraksi yang terlalu lama
meningkatkan risiko terjadinya degradasi thermal pada zingiberen. Seiring
dengan waktu yang panjangdiperlukan untuk proses destilasi, maka energi yang
diperlukan untuk tambah juga tinggi. mengekstraksi minyak jahetemperatur
harusdijaga cukup rendah mengingat komponen-komponen yang terdapat padaminyak
jahe bersifat sensitif terhadap panas. Pemasakan dengan suhu tinggiakan
mempercepat proses distilasi, namun unsur karbon pada simplisia akanmenjadi
arang terbakar, sehingga minyak atsiri yang rusak dankualitasnya turun.
I. Kesimpulan Dan Saran
a. Kesimpulan
1. Dekokta
merupakan salah satu metode ekstraksi dengan cara panas. Pembuatan dekok dari
jahe maupun kayu manis diawali dengan menghaluskan rimpang jahe dan kayu manis
yang sudah. Penghalusan tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan proses ektraksi.
Pengecilan ukuran berfungsi untuk memperluas permukaan bahanyang mengalami
kontak dengan pelarut air.
2. Dekokta
jahe maupun kayu manis direbus pada suhu 90 oC selama 30 menit, selama proses
ini beberapa senyawa mungkin mengalami penurunan jumlah senyawa.Peningkatan
suhu menyebabkan reduksi flavonoid, hal ini menunjukkan bahwasenyawa aktif yang
ada bersifat tidak tahan panas. Namun, pemanasan pada suhu 121 oC mereduksi
lebih sedikit flavonoid dibandingkan pemanasan pada 100 oC.
b. Saran
1. Lakukan
praktikum sesuai dengan langkah yang baik dan benar.
2. Sebaiknya
cuci sampai bersih sebelum jahe dihaluskan.
DASAR
PUSTAKA
Hapsoh dan Nini Rahmawati. 2007.
Tanaman Obat. Surabaya. Erlangga
Kemper, Kathi J. 1999. Ginger.
Longwood Herbal Task Force: Koswara, Sutrisno.
2006. Jahe Rimpang Dengan Sejuta Khasiat.
Rismunandar, 2001. Kayu manis Dengan
Sejuta Khasiat. Bandung. JAYATA
Wuu, 2004. Informasi Tumbuhan Obat
sebagai Anti Jamur. Cermin Dunia
Kedokteran. No. 130, hal: 28
Cencen dan Aktas, 2012. Sehat dengan
Ramuan Tradisional, Khasiat dan Manfaat
kayu Manis Si Rimpang Ajaib. Jakarta: Grassindo

Komentar
Posting Komentar